Kamis, 19 September 2013

Tikus Bagasi

Waktu itu bulan puasa Ramadhan tahun 2013. Saya selalu merencanakan menu sahur saat setelah berbuka di malam sebelumnya. Jika harus ada yang dibeli bisa dibeli malam itu. Di hari itu kami mengantar Putri ke dokter gigi, jadwal mengganti karet kawat gigi. Waktu yang sangat tepat karena keluar dari dokter gigi jam 17.00. Kamipun langsung menuju foodcourt di mall itu. Seperti biasa orang-orang mulai memenuhi tempat duduk. Untung kita masih mendapatkannya. Telat sedikit saja, di saat menjelang adzan mahgrib pasti kita kesulitan mendapatkan tempat duduk. Adzan berkumandang... Semua umat islam disekitar kami serentak membatalkan puasa.

Kami memutuskan sahur dengan lauk otak-otak bandeng. Dan meluncurlah kami menuju pasar Genteng (tempat jual oleh-oleh khas Surabaya). Sekitar setengah jam mobil sudah parkir di jalan depan toko-toko. Seorang juru parkir telah membantu dan setelahnya berdiri di depan mobil kami. " Lama apa sebentar?", tanya Putra. Saya bilang: "sebentar". Kemudian Putra dan Putri gaduh memperdebatkan antara ikut turun apa tidak. Tau-tau, .." Braaak..." Suara dari pintu bagasi. Spontan saya menoleh ke belakang, ternyata ada seseorang berdiri di belakang mobil sambil memegang handel pintu bagasi. Saya langsung menyadari bahwa orang tadi pasti bermaksud mengambil sesuatu dari bagasi kami. "Papa..cepat- cepat turun..cek bagasi", seru saya pada suami. Suami saya bilang: "cuma ada stick golf di belakang". Saya tetap menyarankan untuk dicek. Dan syukurlah bag golf tetap berada ditempatnya karena memang susah diturunkan dengan waktu singkat. Sementara itu... si orang yang berdiri di belakang kita dengan tampang yang menakutkan buat saya dan anak-anak melenggang ke depan mobil. Mungkin sekedar kamuflase, dia bertegur sapa dengan si tukang parkir meski si tukang parkir keliatan agak bingung.

Otak-otak bandeng sudah di tangan. Segera kami ke mobil dan meninggalkan tempat parkir. Sepanjang jalan kami menganalisis kejadian tadi. Akhirnya kami dapat solusi jika berhenti jangan matikan mesin dulu sebelum benar-benar siap turun. Karena jika mesin mati otomatis central lock door mobil akan membuka. Kami takut kejadian seperti tadi terulang lagi. Sehingga kami sepakat akan membiasakan tidak membuka pintu dari central lock door mobil jika memang tidak langsung turun.

*) by: Yunie Sudiro

Rabu, 17 Juli 2013

Ortu Murid Dan Sekolah Kawasan Di Surabaya




Yuk,kita ngobrol lagi tentang pendaftaran sekolah...(cerita liburannya disambung lain kali ya...) Maklum sebagai orang tua apalagi sebagai mama selalu khawatir anak-anaknya masuk di lingkungan sekolah yang tak diharapkan. So, pendaftaran sekolah adalah topik yang paling hangat buat buat mama-mama yang sebagian besar sependapat sama saya (he..he... hanya perkiraan dan perkataan hati saya teman..- belum ada survey nya...). Saya adalah salah satu ortu yang selalu pasang mata dan telinga jika ada isu tentang perkembangan pendidikan di Indonesia. Gimana tidak, dengan bugdet pendidikan yang sangat terbatas  kami sangat bercita-cita anak-anak kami mendapatkan pendidikan yang  “memadai”. Sasaran pertama pasti memasukkan mereka ke sekolah negeri. Kepinginnya lagi masuk ke sekolah favorit menurut khalayak , entah apa istilahnya. Saya yakin sebagian besar orang tua akan melakukan hal yang sama dengan saya. Berbagai upaya agar anak-anak kita mendapatkan sekolah yang diharapkan. Mulai dari memasukkan mereka ke berbagai bimbingan belajar, kursus untuk bidang-bidang yang mendukung sampai les privat. Gambaran ini dapat menunjukkan bahwa para orang tua sangat menginginkan anak-anaknya mendapatkan satu kursi di sekolah yang diharapkan.
Masih tentang isu pendidikan..  Setelah Unas usai, saya menanti pengumuman sistem yang ditawarkan pemerintah untuk pendaftaran sekolah, terutama di Surabaya. Kok ngebet banget ... emang kelas berapa sih mbak (minta di panggil mbak biar keliatan muda... hi hi.. padahal almost 40) anaknya??  Emang sih anak-anak saya belum ada yang mendaftar sekolah di tahun ajaran ini. Putri mulai duduk di kelas 8 dan Putra kelas 5, tapi saya ingin mempersiapkan mereka sedini mungkin. Namanya juga usaha ..... dan saya tahu semua akan kembali padaNya. Di saat yang lain saya membaca kalau mulai tahun depan Unas SD akan ditiadakan. Saya otomatis penasaran, dalam hati saya bertanya: bagaimana cara masuk SMP nya?” ------- Sementara kita lupakan tahun depan. Kita berburu berita untuk tahun ini. “Ma... ini koran yang mama cari” kata  suami saya saat masuk kamar. Suami saya tahu kalo saya lagi suka isu-isu mengenai penerimaan sekolah. Dengan mengikutinya saya jadi tahu bahwa di tahun ajaran ini untuk pendidikan pertama dan lanjutan atas tetap ada cara melalui tes untuk masuk sekolah kawasan. Sekolah kawasan adalah sekolah eks RSBI dan sekolah tertentu berdasarkan kawasan (wilayah) masing-masing. Setelah pengumuman sekolah kawasan tetap ada penerimaan untuk sekolah regular berdasarkan nila hasil Unas. Menurut berita-berita yang saya ikuti, para ortu sangat antusias untuk berebut kursi di sekolah kawasan sebagai pilihan prioritas.
He...he.. maaf teman ini share apa curhat ya??..  mungkin curhat yang mengandung info. Dan jika infonya masih kurang bisa browse sendiri di www. ppdbsurabaya.net. Selain itu juga bisa cari informasi dari sumber lain yang mendukung. Happy hunting... *

by: Yunie Sudiro

Jumat, 12 Juli 2013

Oleh- oleh dari Bali (bagian 1)





Libur telah tiba.. Libur telah tiba.. Nyanyian Tasya kecil serasa terngiang di telinga disaat anak-anak usai menerima raport. Putra dan Putri naik kelas dengan nilai  di atas yang distandarkan. Apapun hasilnya merupakan jerih payah mereka yang patut mendapatkan apresiasi. Setiap anak mempunyai tingkat kemampuan masing-masing. Menurut saya, reward tak harus diberikan pada  saat anak mendapatkan nilai "A", tapi berdasarkan usaha yang mereka kerahkan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik. Begitupun Putra dan Putri menagih liburan sebagai reward usaha mereka untuk dapat meningkatkan nilai di akhir tahun ajaran.

Liburan kenaikan kelas selama 3 mingggu. Kami sepakat untuk berlibur ke Bali di minggu ke 2. Semua kami siapkan seminggu sebelumnya, termasuk kejelasan cuti suami. Harapan kami adalah, mungkin libur minggu ke 2 tak seramai minggu ke 1, sehingga kami tak menghadapi hambatan yang berarti untuk mendapatkan tiket pesawat dan hotel sesuai dengan budget.

Sebelum hari H kami sudah mulai merancang kira-kira setiba di TKP harus ke mana saja. Sehari sebelum keberangkatan kami mulai berkemas. Packing dimulai.. Penentuan prioritas barang bawaan adalah keputusan penting. Mana yang harus dibawa dan mana yang harus ditinggal kadang menjadi pilihan yang sulit. Apalagi kami sudah sepakat membawa kamera beserta tripod nya agar kita dapat foto berempat tanpa mengganggu orang lain. Akhirnya ritual awal sesuai jadwal. Malam itu packing kelar. Oh ya, saya akan sangat menikmati setiap detail perjalanan yang saya lalui. Sehingga saya juga akan suka menceritakannya lagi melalui tulisan ini.

Pagi yang dinantikan telah tiba.. Pesawat kami terjadwal berangkat pukul 11.00 WIB. Putra terbangun paling pagi karena dia juga yang paling bersemangat menunggu hari keberangkatan. Usai mempersiapkan diri kami berangkat ke bandara. Sekitar jam 10.00 WIB kami sudah di sana. Ini adalah awal perjalanan kami selama 4 hari 3 malam. Taxi yg kami tumpangi tak dapat berhenti tepat di depan tempat keberangkatan karena telah berjajar beberapa mobil hitam yang dikawal beberapa pria kekar berambut cepak dan berseragam, sebagian berbaju safari gelap....pasti sebagian teman-teman sudah bisa menebak mobil siapa... dan sebagian juga ada yang bertanya-tanya mobil siapa? .. He ..he.. Kami harus berhenti beberapa meter setelah rombongan mobil hitam.  Semua tas telah diturunkan dari bagasi, sayapun harus berlari mengambil trolly yang jaraknya yg tidak bisa dibilang dekat. Meski demikian kami menikmatinya, yang penting waktu masih cukup buat check in. Kami juga masih sempat membungkus travel bag dengan plastik pelindung. Apa ya istilahnya... bag wrapping, mungkin, saya tak begitu perhatian, yg saya perhatikan label harga jasa layanannya yaitu Rp 35.000. Saat ini saya masih berfikiran mending mengeluarkan ongkos daripada tas rusak atau isi tas diobrak-abrik oleh tikus-tikus bagasi. Karena saya pernah mengalami tas dirusak saat dari Kuala Lumpur ke Jakarta.


Gambar 1: Tas dan pelindungnya.

Keberangkatan sesuai jadwal, tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai saat jam makan siang. Sepanjang koridor yang kami lalui banyak tulisan  selamat datang. Seperti biasa saya tak kan pernah melewatkan kesempatan untuk berpose di depannya... Dan .. cheers...narsis dimulai.. He..he..



Gambar 2: Selamat Datang

"Ayoo makan..." kicauan 2 kurcaci yg selalui mengikuti kami. Kedua anak saya paling gak bisa nahan lapar kecuali saat berpuasa (terpaksa kali...). Padahal keduanya ditahun kemarin sebulan puasa penuh tanpa ada bolong. Semoga  bulan Romadlon di tahun ini juga bisa melewatinya seperti tahun lalu. Amien.... Mereka minta makan siang di Burger King (BK). Maklum di Surabaya belum ada, jadi kalo ada kesempatan mampir pasti mereka minta. Dengan masih mendorong troly kami bergegas mencari counter BK. Di BK terlihat kursi penuh terisi, untung di teras ada satu meja yang mulai bergegas. Akhirnya saya duduk menjaga meja, yang lain pergi ke dalam memesan makanan.  Tiba-tiba ada 2 perempuan menghampiri saya. Usia mereka kira-kira 20 an. Awalnya minta ijin ngobrol 3 menit. Saya mempersilahkan, ternyata minta donasi untuk sebuah yayasan sosial dengan cara jual voucher. Vouchernya macam-macam, ada restoran dan lainnya yang lokasinya di Bali semua. Padahal saya kan di Bali hanya 4 hari dan belum tentu mengunjungi tempat-tempat yang tertera di voucher tadi. Selain itu donasi kan tidak harus melalui mereka. Dengan halus saya menolaknya. Dan di mbak-mbak tadi dengan sopan meninggalkan saya. Bertepatan saat itu, Putra memanggil saya agar segera pesan makanan. Sambil menunggu pesanan tak lupa saya mengabadikan suasana BK.     



Gambar 3: papa di BK

Perut sudah kenyang, bisa dipastikan untuk sementara waktu tidak ada yang rewel. Segera kami kembali ke counter pemesanan taxi. Dan tak lama kita sudah sampai di hotel. FYI, kami menginap di hotel Bali Kuta Resort (BKR). Kami mendapatkan kamar di lantai 1 dengan view pool. Beberapa saat kami menikhmati kamar dan sempat berfoto di tepi kolam renang.



Gambar 4: Menunggu taxi



Gambar 5: Dalam kamar



Gambar 6: Di kolam renang

Tak terasa saat itu menunjukkan pukul 4 sore waktu setempat (WITA). Kalo jam saya sih masih pukul 3, karena saya malas merubahnya. Saya dan suami teringat akan rencana agenda kami. Langkah 1 adalah menemui bagian layanan tour hotel. Saya dan suami langsung mendiskusikan jadwal perjalanan kami selama di sana. Rencana besar awal, hari 1 dinner di Jimbaran, hari 2 watersport di laut dengan cruiser ship, hari 3 elephant riding, hari 4 pulang dan beli oleh-oleh. Untuk ke Jimbaran saat ityu sudah dipastikan clear. Untuk hari ke 2 maunya kita pakai Quick Silver cruiser ship tapi penuh dan waiting list untuk hari ke 3. Kepastian akhirnya baru didapat hari ke 2 dengan alternatif Island Explore Fun Ship Cruise. Akhirnya kita putuskan hari ke 2 ke Elephant Park di Bakas.

Saya ingin jam 17.30 sudah berada di pantai Jimbaran. Ternyata perjalanan dari hotel memerlukan waktu 1 jam termasuk antisipasi macet. Otomatis 30 menit lagi kita harus sudah meninggalkan hotel. Segera saya ke kamar menyiapkan anak-anak. Kebetulan jalanan tak semacet yang diperkirakan, sebelum setengah enam kami sudah duduk di meja yang terletak di bibir pantai. Untung masih tersisa 1 meja di posisi yang kami incar, yaitu sisi paling dekat air laut. Telat 10 menit aja rasanya kami tak kan mendapatkan tempat di deretan tersebut. Di posisi itu saya dapat menancapkan tripod di depan meja. Kami juga bisa berkejaran dengan ombak sambil mengawasi barang-barang bawaan. Oh ya, saat itu kita dibelokkan sama  guide tour kita yang merangkap sopir di Dewata Cafe. Setelah kita duduk langsung disodori menu minuman. Minuman yang disediakan beragam, yang beralkohol semacam cocktail juga ada.  Menu makanan diberikan menyusul. Kita bisa main di pantai dulu sepuasnya baru pesan untuk makan malam di saat mentari sudah tenggelam. Iseng-iseng saya memperhatikan meja-meja di sebelah. Sebelah kanan bule berbahasa Inggris, sebelah kiri turis juga berwajah oriental bahasanya mirip mandarin --tapi saya tak yakin kalo mandarin, karena saya gak bisa bahasa mandarin...he..he.. Tak lama kemudian datang serombongan pengamen cafe. Mereka bernyanyi dari satu meja ke meja lainnya sambil menyapa, mungkin sebagai bentuk keramah tamahan terhadap pengunjung. Dan para pengunjung dengan suka rela memberikan tips terhadap mereka. Lampu-lampu mulai dinyalakan, payung pantai mulai di angkat, tanda mentari mulai meredup. Saya langsung memesan menu makan malam. Teman-teman pasti tau di Jimbaran yang tersedia adalah sea food, jadi proses masaknya agak lama, misal bakar-bakar dulu dan tentu masaknya antre. Makanan siap santap di saat yang tepat. Kami sekeluarga menikmatinya di antara temaram lampu, disertai suara deburan ombak, beratap langit dengan kaki menyentuh pasir putih nan lembut.



Gambar 7: Berempat di jimbaran



Gambar 8: Bersama pengamen.

Kenyang dan puas menyelimuti perasaan kami di malam itu. Pengantar kami sudah mengintip di gerbang cafe. Kami minta waktu sebentar untuk ke toilet dan berusaha membuat baju Putra lebih kering karena basah saat main di pantai. Sebagai pengalaman jika suatu saat makan di sana harus bawa baju cadangan. La...la..la.. mobil melaju memecah kemacetan malam di Kuta membawa kami kembali ke hotel (bersambung ke bagian 2)


** by: Yunie Sudiro.

Kamis, 21 Februari 2013

Nilai Minimal Di SMPN Surabaya

Akhir-akhir ini pembubaran sekolah RSBI menjadi topik hangat di kalangan orang tua murid. Apalagi bagi orang tua murid yang di tahun ajaran baru mendatang mengikuti PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Semua pasti mulai pasang mata dan telinga untuk meng update aturan main untuk tahun ajaran baru 2013/2014. Meski saya belum terlibat masalah ini, tapi sayapun selalu siaga pasang mata dan telinga juga lho... Maklum sebagai mama hemat karena budget terbatas selalu mengincar pendidikan Negeri sebagai salah satu solusi menjaga kesejahteraan keluarga, he..he.....

Menurut saya, kita harus selalu mempersiapkan segala hal yang mungkin dipertimbangkan untuk PPDB di tahun ajaran mendatang. Syukur-syukur nantinya ternyata syarat dan ketentuannya lebih mudah dari yang dibayangkan. Teman-teman pasti sudah mendapatkan banyak info masalah ini, apalagi ini sudah akhir Pebruari. Kali ini saya akan share tentang nilai terendah yang diterima oleh SMPN di Surabaya. Kebetulan data saya th 2010/2011. Semoga info ini masih dapat membantu sebagai patokan.

No   SMPN   Nilai Min      No     SMPN     Nilai Min
1          1           25,20      28       47         24,30
2          6           25,25      29       25         24,70
3         26          25,80      30       50            -
4          2           25,95      31       16         24,95
5         42          23,65      32       24         22,95
6         43          23,50      33       15         24,70
7          8           24,85      34       18         24,15
8         37          25,65      35       31         23,65
9          3           27,00      36       11         23,40
10        4           25,90      37       27         24,15
12       21          23,70      39       44         22,95
13       22          25,45      40        5          25,35
14       36          23,75      41        7          24,50
15       12          26,40      42       38         23,95
16       13          24,65      43       19         25,70
17       48          23,65      44       23         23,75
18       10          24,50      45       30         23,30
19       32          24,55      46       52           -
20       33          23,70      47        9          26,45
21       34          22,90       48       29        24,80
22       51            -           49        45        23,60
23       20          24,55      50        17        24,10
24       28          24,25      51        35        25,10
25       40          23,35      52        39        24,30
26       14          25,00      53        49        23,05
27       26          25,80

Sumber: Ganesha Operation Surabaya Th 2012.

Sebenarnya data di atas adalah patokan saat anak saya, Putri mengikuti masuk SMP tahun lalu , yaitu tahun 2012. Sayangnya saat ini nilai pengumuman tahun 2012 sudah tak ditampilkan lagi di PPDB. Atau saya yang salah liat...he..he... Seingat saya, saat itu nilai Unas yang diterima ada kenaikan sekitar 1 - 2 poin dari data di atas. Misalnya SMPN 3, tahun kemarin (tahun 2012) nilai minimal yang diterima di kisaran 28. SMPN 22 hampir 27. Paling tidak teman-teman yang belum berpengalaman bisa memakai patokan nilai di atas, berapa besar nilai yang dibutuhkan untuk masuk SMPN incaran. Sehingga bisa mempersiapkan putra-putrinya.

Kali ini hanya itu yang bisa saya bagi sama teman-teman. Good luck ... semoga putra-putri, saudara, keponakan, adik, (sapa lagi ya...??) nya sukses mengikuti PPDB di tahun 2013. **By: Yunie Sudiro.

Selasa, 23 Oktober 2012

Pembagian Rayon SMPN Di Surabaya


Awalnya saya juga buta masalah ini. Untunglah pihak sekolah kerap kali mengundang orang tua murid kelas 6 untuk sosialisasi tentang Ujian Nasional (UNAS) dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sehingga saya bisa bertanya sebanyak mungkin mengenai hal ini. Pembagian rayon SMPN di Surabaya pada saat itu, yaitu tahun ajaran 2012/2013 adalah sebagai berikut:

Rayon Pusat:
Sub Rayon 1: SMPN 2, 42, 43.
Sub Rayon 2: SMPN 8, 37.
Sub Rayon 3: SMPN 3,4, 46.

Rayon Selatan:
Sub Rayon 4: SMPN 22, 21, 36
Sub Rayon 5: SMPN 12, 13, 48.
Sub Rayon 6: 10, 32, 33.

Rayon Barat:
Sub Rayon 7: SMPN 26, 14, 47.
Sub Rayon 8: SMPN 25, 50.
Sub Rayon 9: SMPN 16, 24.
Sub Rayon 10: SMPN 34, 51.
Sub Rayon 11: SMPN 20, 28, 40.

Rayon Utara:
Sub Rayon 12: SMPN 15, 18, 31.
Sub Rayon 13: SMPN 11, 27.
Sub Rayon 14: SMPN 41, 44.
Sub Rayon 15: SMPN 5, 7, 38.

Rayon Timur:
Sub Rayon 16: SMPN 19, 23.
Sub Rayon 17: SMPN 30, 52.
Sub Rayon 18: SMPN 29, 9, 45.
Sub Rayon 19: SMPN 17, 35.
Sub Rayon 20: SMPN 39, 49.

 (Sumber: PPDB Kota Surabaya Tahun 2012)

Pada saat pemilihan anak-anak kita diperbolehkan memilih 3 pilihan. 2 pilihan dalam satu sub rayon dan 1 pilihan bebas. Misalnya: Putri sekolah di SDN Dr Sutomo 5, termasuk rayon selatan. Maka dia bisa menentukan kombinasi pilihan sbb:
Pilihan 1: SMPN 3
Pilihan 2: SMPN 12
Pilihan 3: SMPN 13.
Kombinasi ini menunjukkan bahwa pilihan bebasnya SMPN 3, pilihan wajibnya SMPN 12 dan 13 yang merupakan sub rayon 5 dalam rayon selatan. Kombinasi ini bisa menjadi berbeda sesuai masing-masing pemilih. Biasanya disesuaikan dengan nilai Unas yang dimiliki calon peserta didik dan data masa lalu nilai yang diterima pada masing-masing SPMN yang dituju. Contoh: Putri nilai Unas 27, padahal tahun lalu SMPN 3 hanya menerima murid baru dengan nilai Unas minimal 28, maka sebaiknya Putri jangan memilih SMPN 3. Jika tetap memilihnya, maka probabilitas diterimanya sangat kecil. Untuk itu, peran kita sebagai orang tua pada saat seperti ini sangat diperlukan. Jangan sampai anak-anak kita salah pilih, apalagi salah jadwal... kasihan anak-anak kita.

Masalah data lalu tentang nilai yang diterima pada masing-masing SMPN saya belum memilikinya. Semoga saya segera mendapatkan sumbernya untuk dapat di share di posting berikutnya... 

by: Yunie Sudiro.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Pilihan SMP Negeri Di Surabaya


Teman... lama saya tak bersua di sini. Rasanya ada sesuatu yang terputus. Kangen rasanya untuk memulai lagi. Inilah saya.. suka gak konsisten masalah jadwal menulis. Dalam hati selalu saja punya pembenaran...yang repot anak-anak ulangan lah, persiapan mengajar lah, lagi repot karena ada kegiatan baru..*just info: akhir-akhir ini saya disibukkan persiapan jualan aksesoris manik-manik (dengan modal kecil...he,he..), dst...

Kali ini saya akan membagi pengalaman saya saat anak saya mau masuk SMP. Ini mengingatkan saya pada saat ke sekolah ditanya oleh salah satu orang tua murid yang baru menginjak kelas 6. “ Mbak, anaknya keterima di SMP mana?” Setelah saya bilang anak saya keterima di SMPN- RSBI, malah dia bertanya gimana cara memilih saat mendaftar. Dia bingung, tak punya bayangan besok kalo anaknya lulus harus mendaftar ke SMPN berapa? Dia bilang buta sekali masalah prosedur ini. Wah...kasusnya sama donk seperti saya dulu. Apalagi saat pindah ke sekolah Putri sudah kelas 6. Nah, melalui media ini siapa tahu ada teman-teman yang mempunyai pertanyaan yang sama.

Untuk pendaftaran SMP Negeri di Surabaya ada 2 cara, yaitu jalur umum dan jalur khusus. Jalur khusus meliputi prestasi, mitra warga, inklusif dan satu lokasi.  Semua pendaftaran ini melalui online yang ada jadwalnya sendiri-sendiri. Teman-teman tak perlu khawatir mengenai info jadwalnya, karena sebelum pendaftaran ada beberapa kali trial yang disosialisasikan di sekolah-sekolah SD. Kebetulan Putri melalui jalur umum. Jalur inipun ada 2 jenis seleksi, yaitu RSBI dan Regular.

Untuk pendaftaran RSBI dijadwalkan sebelum pendaftaran regular. Jika diterima di RSBI, data base sudah dihapus dan tak bisa mendaftar di regular. Bagi yang tidak diterima di RSBI masih ada kesempatan mendaftar di regular.

Syarat mendaftar di SMPN RSBI tahun ajaran baru 2012 kemarin adalah memiliki Nilai Ujian Nasional (UNAS) rata-rata minimal 8,5, yaitu minimal jumlah nilai UNAS 25,5. Selain itu, tak boleh ada nilai dibawah 7,5 di setiap mata pelajarannya. Sekolah SMP RSBI di Surabaya diantaranya adalah SMP Negeri 1, SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 26. Saat pendaftaran diperbolehkan memilih 2, yaitu pilihan 1 dan pilihan 2. Contoh: pilihan1 memilih SMPN 1, pilihan 2 memilih SMPN 6. Oh ya...untuk lokasinya, SMPN 1 berada di belakang Balai Kota, SMPN 6 di Jalan Jawa dan SMPN 26 di daerah Benowo.

Sedangkan untuk pendaftaran regular dapat memilih 3 pilihan, yaitu 2 pilihan dalam sub rayon dan 1 pilihan luar sub rayon. Penentuan rayon berdasarkan  masing-masing sekolah SD nya. Rayon ini terdiri dari pusat, selatan, barat, utara, timur. Hal ini bisa ditanyakan pada pihak sekolah SD nya. Misalnya SDN Dr Soetomo 5 termasuk rayon selatan. Dan masing-masing rayon dibagi lagi ke dalam sub rayon.

Waduh...kok sudah panjang...biar gak capek bacanya pembagian rayon dan sub rayon silakan tunggu  posting saya berikutnya ya...